Batik Zallatra

Alangkah indahnya kalau seandainya kita menghargai budaya batik kita dengan menggunakan produk yang asli. Batik merupakan kain bercorak gambar yang dibuat dengan menggunakan lilin panas sebagai pelindung warna. Kami ingin mempertahankan tradisi leluhur pembatik Indonesia. Kami ingin membuat batik asli, berkualitas, dan ekslusif untuk setiap pemakainya dan bukan sekedar kain yang bercorak atau bergambar batik. Kami membuat batik dengan lilin panas satu per satu bukan secara massal dengan harapan para pengguna senang dan bangga memakainya. Saat ini, banyak dijumpai kain batik dibuat dengan teknik sablon atau tanpa menggunakan lilin panas. Hal tersebut membuat kami melahirkan “Zallatra”. Kami adalah tempat para pencinta batik dengan berbagai motif Sumatera. Kami berharap masyarakat mencintai batik yang menggunakan lilin panas melalui alat canting. Canting adalah pena emas seorang pembatik. kami ingin memberikan nilai produk yang berbeda kepada pecinta batik karena setiap orang special dan exclusive Zallatra merupakan kepanjangan Gallery Batik Sumatera. Huruf " z " di awal kata zallatra merupakan kata "zamatra" karena zaman dahulu, beberapa orang (musafir) menyebut sumatera seperti itu. Zallatra adalah brand bisnis produk batik dengan corak dan motif sumatera dengan mengangkat aspek pariwisata berbagai daerah sumatera menjadi motif-motif yang indah dan mengharumkan batik daerah-daerah sumatera. Logo berbentuk segitiga tak beraturan merupakan interpretasi dari pulau sumatera yang terlihat dari peta dengan melakukan perubahan bentuk agar menjadi lebih sederhana. Logo diatas huruf "t" pada brand atau merek menandakan sumatera karena imbuhan "tra". Warna kuning keemasan dipilih karena pulau sumatera merupakan pulau keenam terbesar di dunia dan pulau sumatera dikenal dengan tanah emas atau pulau emas atau negeri emas dahulu kala. Bahrul Ulum merupakan tokoh dibalik “Zallatra”. Pria lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2011 ini mencoba bisnis batik dengan mengangkat batik-batik daerah pulau sumatera mulai dari Aceh sampai lampung. Pria yang senang belajar bisnis ini telah memulai bisnisnya dari Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman Jambi dengan membantu temannya berjualan pempek pedas manis. Pria ini menempuh sekolah dasar (SDN 170 Jelmu Jambi) dari pukul 7 pagi sampai pukul 12 siang dan masuk sekolah Madrasah Ibtidaiyah nurul iman pada pukul 1 siang sampai pukul 5 sore serta untuk malam hari melakukan pengajian rutin dengan abah nya (ayah) yang sudah almarhum sejak 2012. Begitulah rutinitas yang terus dilakukan oleh pria penyuka warna biru ini sejak kecil. Bahrul Ulum melihat proses pembatikan sejak kecil. Bahkan pria lulus SMP N 5 Jambi ini sangat menyenagi bermain dingan lilin cair panas sampai tangannya kotor. Pria yang disapa akrab “ulum” ini juga sempat mecoba berdagang dengan membuka usaha bisnis printer di sekolah lanjutannya. Bahrul Ulum melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas Tititan Teras Jambi yang saat ini berubah menjadi SMA Titian Teras H. Abdurrahman Sayoeti Jambi. Sekolah ini menggunakan metode semi militer dalam pendidikannya , bahkan untuk memasuki sekolah ini harus ada tes fisik dan tes kesehatan tubuh dan siswa harus tinggal berasrama dalam menempuh pendidikannya. Pria yang senang cokelat ini memanfaatkan momen saat tugas kampus makalah ilmiah sehingga memanfaatkan printer yang ada untuk mendapatkan uang. Pria yang menyenangi kimia ini telah menjuarai berbagai lomba baik di tingkat Kabupaten, Provinsi, Pulau Sumatera, dan menjadi peserta Olimpiade Sains Kimia Tingkat Nasional di Kota Medan pada tahun 2010. Karena menyenangi kimia, maka pria yang senang semur ayam ini ingin melanjutkan di pendidikan teknik yaitu Institut Teknologi Bandung di Fakultas Teknologi Bandung. DI ITB, pria ini mulai berdagang barang danus (dana usaha) seperti jualan minuman sirup di Car Free Day Dago Bandung dan berjualan donat serta gorengan di kampus. Walaupun tingkat tua masih berdagang gorengan (baca: semester 6). Di semester 7, Pria ini mencoba usaha penyewaan printer dengan membeli proyektor dan menyewakannya dengan target awal balik modal, dan ternyata menguntungkan. Pria yang senang membaca buku biografi ini ingin mengambil resiko dengan membuka usahanya sendiri yaitu batik Sumatera yang dikemas secara ekslusif. Pria ini juga memutuskan untuk melanjutkan Sekolah Master Manajemen di Bina Nusantara University (Binus) Jakarta karena merasa masih kekurangan ilmu dalam bisnis. Saat ini, Bahrul Ulum sangat bertekad untuk mengembangkan bisnis barunya ini dan dinyatakan berdiri pada tanggal 2 Oktober 2015 karena brand Zallatra lahir dan selesai dikonsep pada tanggal itu walaupun belum produksi dan masih sekedar konsep. Tanggal 12 November 2015 website ini diluncurkan. Semoga bisnisnya lancar dan besar hingga bisa banyak menyerap lapangan pekerjaan di berbagai pelosok daerah Sumatera. Alamat butik kami: Jl. Sumantri Brojonegoro no 83, simpang pulai , kota jambi. Alamat kantor: jl. jurang no 493/181, gang emon, pasteur sukajadi.